RANGKUMAN PRAKTIKUM BASIS DATA Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Perkenalkan nama saya RATIH PUSPITASARI, salah satu mahasiswa prodi informatika dari UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SIDOARJO . Disini saya akan menyampaikan penjelasan singkat mengenai praktikum Basis Data yang bersumber dari modul asli UMSIDA. Jika ingin mengenal lebih dalam tentang universitas saya, silahkan akses link berikut : umsida.ac.id atau fst.umsida.ac.id
MATERI MODUL
POKOK BAHASAN 1
BASIS DATA, MODEL DATA, DIAGRAM E-R
PENDAHULUAN
Pada pokok bahasan ini berisi penjelasan disertai
contoh mengenai konsep basis data, pemodelan data dan pembuatan diagramE-R yang
menjadi pemahaman dasar bagi mahasiswa sebelum mempelajari system basis data
dan Structure Quary Language (SQL), dimana konsep ini nantinya digunakan untuk
mempresentasikan sebuah system basis data, diharapkan mahasiswa dapat :
1. Memahami
system basis data dan komponennya.
2. Membuat
desain basis data menggunakan ER_Diagram.
3. Memahami
dan menginlementasikan fitur-fitur yang ada pada ER_Diagram.
PENYAJIAN
(TUTORIAL)
1.
Konsep
Sistem Basis Data
Basis data adalah kumpulan data yang disimpan secara
sistematis di dalam komputer dan dapat atau dimanipulasi serta dapat diakses
dengan mudah dan tepat menggunakan perangkat lunak (program aplikasi) untuk
menghasilkan sebuah informasi.
System basis data merupakan ruang lingkup yang lebih
luas dari basis data. System basis data memuat sekumpulan basis data dalam
suatu system yang mungkin tidak ada hubungan antara satu engan yang alain
secara keseluruhan mempunyai hubungan sebagai sebuah system yang didukung oleh
komponen lainnya.
Komponen Sistem Basis Data: Perangkat Keras
(Hardware), Sistem Operasi (Operating System), Basis Data (Database), DBMS
(Database Management System), Pemakai (User).
DBMS (Database Management System) merupakan basis
data dan set perangkat lunak (software) untuk
pengelolaan basis data.
2.
Konsep
Model Data
Model data merupakan suatu cara untuk menjelaskan
tentang data-data yang tersimpan dalam basis data dan bagaimana hubungan antar
datav tersebut untuk para pengguna (user)
secara logika. Secara garis besar model data dapat dikelompokkan menjadi 3
macam yaitu :
1. Model
Dta Berbais Obje (Object based data model).
Meruapakan hipunan data dan relasi yang menjelaskan
hubungan logic antar data dalam suatu basis data berdasarkan pada obyek
datanya. Salah satunya adalah Entity elationship Model.
Model Entity
Relationship Diagram (ERD) atau Conceptual
data model (CDM) Merupakan suatu model untuk menjelaskan hubungan antar
data dalam basis data erdasarkan suatau presepsi bahwa dunia nyata terdiri dari
obyek-obyek dasar (entitas) yag mempunyai hubungan atau relasi antar
obyek-obyek dasar (entitas) tersebut yang dilukiskan dengan menggunakan
symbol-simbol grafik tertentu.
2. Model
Data Berbasis Record (Record Based Data
Model)
Model ini berdasarkan pada record/rekaman untuk
menjelaskan kepada para pemakai tentang logika antar data dalam basis data.
Salah satunya adalah Relation model.
Model Rasional merupakan model data yang menjelaskan
pada pengguna tentang hubungan logic antar data dalam basis data dengan
mempresentasikannya ke dalam bentuk tabel-tabel yag terdiri atas sejumlah basis
yang menunjukkkan record dan kolom
yang menunjukkan atribut tertentu.
3. Physical
Based Dta Model
Model ini berdasarkan pada teknis penyimpanan record
dalam bais data. Mode ini jarang digunakan untuk memodelkan data kepada pemakai
karena kerumitan dan kompleksitasnya yang tinggi.
3.
Bahasa
Basis Data
Bahasa yag digunakan untuk mendefinisikan,
mengelolah dan memanipulasi basis data dikelompokkan 3 macam yaitu :
1. DDL
(Data Definition Language) digunakan untuk mendefiisikan struktur dan
kerangka dari basis data yang meliputi :
a. Membentuk
basis data, tabel, indeks.
b. Mengubah
struktur table.
c. Mengahapus
basis data, tabel atau indeks.
2. DML
(Dta Manipulation Language) digunakan untuk menjabarkan pemrosesan data
data yang meliputi :
a. Menambahkan
atau meyisipkan data baru ke basis data
b. Mengelolah
data yang tersimpan dalam bais data (query)
c. Mengubah
dan meghapus data dalam basis data.
3. DCL
(Data Control Language) digunakan untuk prngaturan hak akses prngguna
pada basis data yang meliputi :
a. Menugaskan
model data yang dikembangkan berdasarkan obyek atau entitas. ER_D berguna
membantu perancangan atau analis system pada saat melakukan analisis dan
perancangan basis data karena model ini dapat menunjukkan macam data yang
dibutuhkan dan direalisasikan antar data di dalamnya.
1. Komponen
ER_Diagram
Sebuah diagram ER tersusun ats tiga komponen, yaiti
entitas yang merupakan obyek dasar yang terlibat dalam system, atribut yang
berperan sebagai penjelas entitas, kerelasian antar entitas menunjukkan yang
terjadi diantara dua entitas.
a. Entitas
(Entity)
Entitas menunjukkan obyek-obyek dasar yang terkait
di dalam system. Obyek dasar dapat berupa orang, benda atau halyang
keterangannya perlu disimpan di dalam basis data. Macam-macam Entitas :
·
Entitas Reguler
Entitas ini disebut dengan juga entitas dominan
(strong entity). Keberadaan entitas ini tidak tergantung pada entitas yang
lain.
Contoh : Matakuliah_konsentrasi, bergantung pada
entitas Matakuliah.
·
Entitas dependen
Entitas ini disebut juga entitas tidak
bebas/independen atau entitas lemah (weal entitas) atau entitas subordinat.
Entitas ini dapat muncul jika ada entitas lain sebagai acuannya (entitas
regular).
·
Entitas suoer type atau
sub type
Entitas super
type merupakan entitas yanga lebih rendah yiatu entitas yag menjadi entitas
bagian darai entita lain.
Contoh : Entitas karyawan_tetap dan
karyawan_tidak_tetap
b. Atribut
(Attribute)
Merupakan keterangan-keterangan yang terkait pada
sebuah entitas yang perlu disimpan ke dalam dataase. Attribute berfungsi
sebagai penelas pada sebuah entitas. Contoh : mahaiswa mempunyai atribut nim,
nama, jurusan, kelamin, tempat_lahir, tanggal_lagir, dsb.
Atribut pada sebuah entitas dibagi menjadi 2 yaitu :
·
Atribut sederhana (simple attribute), yaitu jika atribut
berisi sebuah komponen/nilai/elementer.
Contoh : pada entitas mahsiswa adalah tahun mausk =
2013
·
Atribut komposit (composite attribute), yaitu jika
atribut berisi lebih dari sebuah komponen nilai.
Contoh : pada entitas mahasiswa adalah tanggal lahir
yang terdiri atas komponen nilai tanggal, bulan, tahun.
c. Kerelsian
antar entiatas (Entity Relationship)
Mendefinisikan hubungan antara 2buah entitas. Jenis
kerelasian antar entitas dibagi menjadi 3 sebagai berikut :
1. Kerelasian jenis suatu ke satu (one to one),
kerelasian terjais jika kejadian atau transaksi di antara dua entitas
yangberhubunhan hanya memungkinkan terjaid sebuah kejadian atau transaksi pada
kedua entitas.
Gambar 1.1 Relasi satu ke satu
Dimana setiap tupel (baris) pada entitas A
berhubungan dengan paling banyak satu tupel pada entitas B, dan begitu juga
sebaliknya setiap tupel pada entitas B berhubungan dengan paling banyak satu
tupel pada entitas A.
2. Kerelasian
banyak ke satu (many to one) atau satu ke banyak (one to many), kerelasian ini
terjadi jika kejadian atau transaksi di antara dua entitas yang berhubungan
hanya memungkinkan terjadi satu kali dalm entitas pertama dan dapat terjadi
lebih dari satu kali kejadian atau transaksi pada entitas kedua.
·
Satu ke banyak (one to
many)
Dimana satu tupel pada entitas A dapat berhubungan
dengan banyak tupel pada entitas B, tetapi tidak sebaliknya, dimana setiap
tupel pada enttal B berhubungan dengan paling banyak satu tupel pada entitas A.
Gambar 1.2 Relasi satu ke banyak
·
Banyak ke satu (many to
one)
Dimana setiap tupel pada entitas A dapat berhubungan
dengan paling banyak satu tupel pada entitas B, tetapi tidak sebaliknya, dimana
setiap tupel entitas A berhubungan dengan paling banyak satu tupel pada entitas
B.
Gambar 1.3 Relasi banyak ke Satu
3. Kerelasian jenis banyak ke banyak
(many to many)
Kerelasian
jenis ini terjadi jika kejadian atau transaksi di antara dua entitas ynag
berhubungan memungkinkan terjadi lebih dari satu kali dalam entitas pertama dan
kedua.
Gamabr 1.4 Relasi banyak ke banyak
Dimana
setiap tupel pada entita A dapat berhubungan dengan banyak tupel pada entitas
B, dan demikian juga sebaliknya, dimana setiap tupel pada entitas B dapat
berhubungan dengan banyak tupel pada entitas A.
2. Langkah-langkah
Membuat diagram ER_Diagram
Untuk membuat ER_Diagram secara lengkap apat
dilakukan dengan mengikuti langkah-langkah sebagai berikut :
·
Identifikasikan setiap
entitas yag terlibat.
·
Lengkapi masing-masig
entitas dengan atribut yag sesuai.
·
Tentukan primary key
dari masing-masing entitas.
·
Identifikasikan setiap
kerelasian berikut jenisnya ynag terjadi di antara entitas dengan membuat tabel
daftar kerelasian antar entitas.
·
Gambarkan simbil-simbol
entitas, atribut, dan kerelasian antar entitas secara jelas dan tidak
bertabrakan/
·
Cek ER_Diagram yang
terbentuk, dalam hal : kelengkapan entitas, kelengkapan atribut, kelngkapan
kerelasian antar entitas dan jenis kerelasian antar entitas.
LEMBAR KERJA DAN
TUGAS
A.
LEMBAR
KERJA
Bacalah dengan seksama studi kasus perancangan basis
data di bawah ini :
Perpustakan di Univresitas Muhammadiyah Sidoarjo
memutuskan untk menyimpan semua informasi mengenai koleksi bukunya dalam sebuah
basis data (database). Basis data
yang akan di rancang mempunyai dekskripsi sebagai berikut :
1. Setiap
mahasiswa yang ingin meminjam buku harus mempunyai kartu anggota yang terdiri
dari kode anggota, nama, alamat, email dan telpon.
2. Tiap
buku yang dupinjamkan mempunyai kode buku, judul buku, tahun terbit, pengarang
dan penerbit.
3. Tiap
pengarang yang hukunya di beli diperpustakaan mempunyai kode pegarang dan nama
pengarang.
4. Tiap
penerbit yang bukunya telah di beli oleh perpustakaan mempunyai kode penerbit,
nama penerbit, nama perusahaan, alamat, kabupaten dan telpon.
5. Tiap
buku bisa dipinjam oleh beberapa anggota dan seorang anggota bisa meminjam
beberapa buku.
6. Tiap
pengarang mungkin mengarang beberapa buku dan setiap huku dapat di pinjam oleh
beberapa orang anggota.
7. Tiap
peerbit bisa menerbitkan beberapa buku seorang pengarang bisa menghasilkan
beberapa buku.
Langkah-langkah merancang basis data perpustakaan :
1. Identifikasi
setiap entitas yang terlibat dengan membuat tabel daftar entitas.
Tabel 1.1 Daftar Entitas
No
|
Nama
Entitas
|
1.
|
Anggota
|
2.
|
Buku
|
3.
|
Pengarang
|
4.
|
Penerbit
|
2. Lengkapi
masing-masing entitas dengan atribut yang sesuai.
Tabel 1.2 Atribut masing-masing entitas.
Entitas
|
Atribut
yang diperlukan
|
Anggota
|
Kode_anggota,
nama, alamat, email, telpon
|
Buku
|
Kode_buku,
judul_buku, harga, tahun_terbit, pengarang, penerbit
|
Pengarang
|
Kode_pengarang,
nama_pengarang
|
Penerbit
|
Kode_penerbit,
nama_penerbit, nama_perusahaan, alamat, kabupaten, telpon
|
3. Tentukan
primary key dari masing-masing entitas
Tabel 1.3 Primary key
Entitas
|
Primary
Key
|
Anggota
|
Kode_anggota
|
Buku
|
Kode_buku
|
Pengarang
|
Kode_pengarang
|
Penerbit
|
Kode_penrbit
|
4. Identifikasikan
setiap kerelasian berikut jenisnya yang terjais diantara entitas engan membuat
tabel daftar kerelasian antar entitas.
Tabel 1.4 Kerelasian antar entitas
Entitas
yang berhubungan
|
Nama
Kerelasian
|
Jenis
Kerelasian
|
Representasi
|
|
Entitas
1
|
Entitas
2
|
|||
Anggota
|
Buku
|
Meminjam
|
n-ke-n
|
File
peminjaman :
Id_peminjaman,
kode_amggota, kode_buku, tanggal_pinjam, tanggal_kembali.
|
Buku
|
Pengarang
|
Mengarang
|
n-ke-n
|
Penghubung
:
Kode_pengarang
dalam entitas buku
|
Buku
|
Penerbit
|
Menerbitkan
|
n-ke-n
|
Penghubung
:
Kode_penerbit
dalam entitas buku
|
5. Gambarkan
symbol-simbol entitas, atribut, dan kerelasian antar entitas secara jelas dan tidak
bertabrakan.
Hasil ER_Diagram untuk basis data pengolahan data
perpustakaan tanpa melibatkan atribut untuk setiap entetas sebagai berikut :
Gambar 1.5 E-R Diagram Perpustakaan
6. Gambarkan model konseptual dari
ER_Diagram diatas
Model
konseptual digunakan untuk memperjelas relasi antara entitas satu dengan
entitas lain mengunakan Primary Key dan Foreign Key.
Gambar 1.6 Model Konseptual Perpustakaan
7. Membuat Kamus Data (Struktur
Entetitas)
Kamus
data digunakan untuk menjabat struktur dari tabel atau entitas basis data.
Tabe1.5 Anggota
No
|
Field
|
Type
|
Size
|
Keterangan
|
1
|
Kode_anggota
|
Varchar
|
5
|
Primary Key
|
2
|
Nama
|
Varchar
|
25
|
|
3
|
Alamat
|
Varchar
|
50
|
|
4
|
Email
|
Varchar
|
20
|
|
5
|
Telpon
|
Varchar
|
15
|
Tabel 1.6 Buku
No
|
Field
|
Type
|
Size
|
Keterangan
|
1
|
Kode_buku
|
Varchar
|
5
|
Primary Key
|
2
|
Judul_buku
|
Varchar
|
35
|
|
3
|
Harga
|
Integer
|
5
|
Default 0
|
4
|
Tahun
terbit
|
Varchar
|
5
|
|
5
|
Kode_pengarang
|
Varchar
|
5
|
Foreign Key
|
6
|
Kode_penerbit
|
Varchar
|
5
|
Foreign Key
|
Tabel 1.7 Pengarang
No
|
Field
|
Type
|
Size
|
Keterangan
|
1
|
Kode_pengarang
|
Varchar
|
5
|
Primary Key
|
2
|
Nama_pengarang
|
Varchar
|
35
|
Tabel 1.8 Penerbit
No
|
Field
|
Type
|
Size
|
Keterangan
|
1
|
Kode_penerbit
|
Varchar
|
5
|
Primary Key
|
2
|
Nama_penerbit
|
Varchar
|
25
|
|
3
|
Nama_perusahaan
|
Integer
|
50
|
|
4
|
Alamat
|
Varchar
|
50
|
|
5
|
Kabupaten
|
Varchar
|
25
|
|
6
|
Telepon
|
Varchar
|
15
|
Tabel 1.9 Peminjaman
No
|
Field
|
Type
|
Size
|
Keterangan
|
1
|
Id
pinjam
|
Number
|
5
|
Auto increment
|
2
|
Kode_anggota
|
Varchar
|
5
|
Foreign Key
|
3
|
Kode_buku
|
Varchar
|
5
|
Foreign Key
|
4
|
Tanggal_pinjam
|
Date
|
Default
|
|
5
|
Tanggal_kembali
|
Date
|
Default
|
POKOK BAHASAN 2
STRUCTURED QUERY LANGUAGE (SQL)
PENDAHULUAN
Pada pokok bahasan ini akan dibahas mengenai
structured query language (SQL) yang pembahsannya meliputi definisi dan
representasi sql, elemen-elemen pada sql serta penerapan operasi elemen sql
pada MySQL. Sehingga setelah mempelajari bab ini diharapkan mahasiswa mampu :
- Menjelaskan
definisi dan represntasi SQL
- Mengetahui
elemen-elemen pada SQL
- Memahami
fungsi-fungsi dan operator dalam SQL
- Mengetahui
cara menginstall MySQL pada sistem operasi Windows
PENYAJIAN
(TUTORIAL)
- SQL
(Structured Query Language)
SQL merupakan suau Bahasa (language) standar menurut
ANSI (American National Standard Institute) yang digunkan untuk mengakses basis
data. SQL pertama kali diterapkan pada system R (sebuah proyek riset pada
laboratorium riset San Jose, IBM). Kini SQL juga dijumpai pada berbagai
platform, dari mikrokomputer hingga mainframe SQL dapat digunakan baik secara
berdiri maupun dilekatkan pada bahsa-bahasa lain seperti C dan Delphi. SQL juga
telah menjadi bagian dari sejumlah DBMS, seperti Oracle, Sybase, MuSQL dan Informix.
- Elemen SQL
Elemen dasar SQL mencakup pernyataan, nama, tipe
data, ekspresi, operator relasi, operator logika dan fungsi bawaan.
a. Pernyataan
Merupakan perintah SQL yang meminta sesuatu tindakan
kepada DBMS (Database Management System).
SQL memiliki kirakira 30 pernyataan. Beberapa pernyatan dasar SQL dapat
dilihat pada tabel berikut :
Tabel 2.1 Pernyataan SQL
Pernyataan
|
Keterangan
|
CREATE
|
Menciptakan
basis data, tabel atau indeks
|
ALTER
|
Mengubah
struktur table
|
DROP
|
Menghapus
basis data, taebel atau indeks
|
COMMIT
|
Mengakhiri
sebuah eksekusi transaksi data
|
ROLLBACK
|
Mengembalikan
ke keadaan semula sekiranya suatu intraksi gagal dilaksanakan.
|
INSERT
|
Menambahkan
sebuah baris tabel
|
UPDATE
|
Mengubah
nilai pada sebuah baris
|
SELECt
|
Memilih baris dan kolom pada tabel
|
DELETE
|
Menghapus
baris pada table
|
GRANT
|
Menugaskan
hak terhadap basis data kepada pengguna atau grup pengguna
|
REVOKE
|
Membatalkan
hak terhadap basis data
|
Yang semuanya dikelompokkan berdasarkan fungsinya
masing-masing yaitu :
a. Data
Definition Language (DDL) : Digunakan untuk mendefinisikan data dengan
menggunakan perintah : CREATE, DROP, ALTER.
b. Data
Manipulation Language (DML) : Digunakan untuk memanipulasi data dengan
mengguakan perintah : INSERT, SELECT, UPDATE, DELETE.
c. Data
Control Language (DCL) : Digunakan untuk mengontrol hak para pemakai data
dengan perintah : GRANT, REVOKE.
Gambar 2.1 komponen SQL
b. Nama
Nama
digunakan sebagai identitas bagi objek-objek pada DBMS (Database Management System). Contoh objek pada DBMS adalah tabel,
kolom dan pengguna.
c. Tipe Data
Setiap
data memiliki tipe data. Berikut ini adalah tipe data dalam MySQL :
Tabel 2.2 Tipe Data untuk numerik
Tipe
|
Keterangan
|
Range Nilai
|
TINYINT
|
Nilai
integer yang sangat kecil
|
Signed
: -128 s.d. 127
Unsigned
: 0 s.d. 255
|
SMALLINT
|
Nilai
integer yang kecil
|
Signed
: -32768 s.d. 32767
Unsigned
: 0 s.d. 65535
|
MEDIUMINT
|
Integer
dengan nilai medium
|
Signed
: -8388608 s.d. 8388607
Unsigned
: 0 s.d. 16777215
|
INT
|
Integer
dengan nilai standar
|
Signed
: -2147483648 s.d. 2147483647
Unsigned
: 0 s.d. 4294967295
|
BEGINT
|
Integer
dengan nilai besar
|
Signed
: -9223372036854775808 s.d. 9223372036854775807
Unsigned
: 0 s.d. 18446744073709551615
|
FLOAT
|
Bilangan
desimal dengan single-precission
|
Minimum
± 1.175494351e-38
Maksimum
± 3.402823466e+38
|
DOUBLE
|
Bilangan
decimal dengan double-precission
|
Minimum
± 2.2205738585072014e-308
Maksimum
± 1.7976931348623457e+308
|
DECIMAL(M,D)
|
Bilangan
float (decimal) yang dinyatakan sebagai string. M adalah jumlah digit yang
disimpan dalam suatu kolom N adalah jumlah digit dibelakan koma
|
Tergantung
pada nilai M dan D
|
Keterangan :
Signed dan Unsigned adalah atribut untuk tipe data
numerik
-
Signed : Data yang
disimpan dalam suatu kolom dapat berupa data negative dan positif.
-
Unsigned : Digunakan
agar data yang dimasukkan bukan data negative (>=0). Tipe data float tidak
dapat dinyatakan dengan unsigned.
Tabel 2.3 Tipe data string atau karakter
Tipe
|
Keterangan
|
Ukuran Maksimum
|
CHAR(n)
|
String
karakter dengan panjang yang tetap, yaitu n
|
1
M byte
|
VARCHAR(n)
|
String
karakter dengan panjang yang tidak tetap, maksimum n.
|
1
M byte
|
TINYBLOB
|
BLOB
(Binary Large Object) yang sangat kecil
|
2^8-1
byte
|
BLOB
|
BLOB
berukuran kecil
|
2^16-1
byte
|
MEDIUMBLOB
|
BLOB
berukuran sedang
|
2^24-1
byte
|
LONGBLOB
|
BLOB
berukuran besar
|
2³²-1
bayte
|
TINYTEXT
|
String
text yang sangat kecil
|
2^8-1
byte
|
TEXT
|
String
text berukuran kecil
|
2^16-1
byte
|
MEDIUMTEXT
|
String
text berukuran medium (sedang)
|
2^24-1
byte
|
LONGTEXT
|
String
text berukuran besar
|
2³²-1
byte
|
ENUM
|
Enumerasi,
kolom dapat diisi dengan atu ember enumerasi
|
65535
anggota
|
SET
|
Himpunan,
kolom dapat diisi dengan beberapa nilai anggota himpunan.
|
64
anggota himpunan
|
Tabel
2.4 Tipe data tanggal dan jam
Tipe
|
Range
|
Format
|
DATE
|
“1000-01-01” s.d. “9999-12-31”
|
“0000-00-00”
|
TIME
|
“-832:59:59”
s.d. “838:59:59”
|
“00:00:00”
|
DATETIME
|
“1000-01-01
00:00:00” s.d. “9999-12-31 23:59:59”
|
“0000-00-00
00:00:00”
|
d. Konstanta
Konstanta menyatakan nilai yang tetap atau tidak
berubah. Konstanta sering di pakai pada perintah SELECT. Konstanta di bagi
menjadi 2 :
1. Konstanta
bertipe numerik : 200, -3, 1500, 3.25
2. Konstanta
bertipe karakter : “Teknik Informatika”
Keterangan :
Konstanta bertipe karakter atau String diapit oleh
tanda petik tunggal. Dan konstanta dengan nilai pecahan decimal adalah berupa
tanda titik.
e. Operator
Aritmatika
Operator Aritmatika adalah ekspresi untuk memperoleh
suatu nilai dari hasil perhitungan.
Contoh : harga*jumlah+2
Simbol-simbol yang dapat digunakan pada ekspresi
aritmatika :
Tabel 2.5
Simbol Ekspresi Aritmatika
Symbol
|
Keterangan
|
*
|
Perkalian
|
/
|
Pembagian
|
+
|
Penjumlahan
|
-
|
Pengurangan
|
%
|
Sisa
pembagian
|
f. Operator
Relasi
Merupakan operator yang digunakan untuk
membandingkan suatu nilai dengan nilai yang lain. Biasanya operator relasi
digunakan bersamaan dengan operator logika dalam membantu untuk menampilkan
informasi dengan kriteria tertentu.
Simbol-simbol yang dapat digunakan papa operator
rrelasi :
Tabel 2.6
Simbol Operator Relasi
Simbol
|
Keterangan
|
=
|
Sama
dengan
|
>
|
Lebih
besar
|
<
|
Lebih
kecil
|
>=
|
Lebih
besar atau sama dengan
|
<=
|
Lebih
kecil atau sama dengan
|
<>
|
Tidak
sama dengan
|
g. Operator
Logika
Oprator logika ada 3 yaitu OR, AND, dan NOT
Tabel 2.7
Operator Logika
Simbol
|
Keterangan
|
NOT
atau !
|
Sebagai
negasi atau pembalik nilai
|
OR
atau ||
|
Atau
|
AND
atau &&
|
Dan
|
h. Operator
pembanding
Tabel 2.8 Operator Pembanding
Simbol
|
Keterangan
|
IS
NOT NULL
|
Apakah
sebuah nilai adalah tidak kosong (not null)
|
IS
NULL
|
Apakah
sebuah nilai adalah kosong (null)
|
BETWEEN
|
Apakah
suatu nilai di antara dua batasan nilai
|
IN
|
Apakah
suatu nilai di dalam pilihan yang ada
|
NOT
IN
|
Apakah
suatu nilai tidak berada dalam pilihan yang ada
|
LIKE
|
Apakah
suatu nilai sesuai dengan kriteria tertentu
|
NOT
LIKE
|
Apakah
suatu nilai tidak sesuai dengan kriteria tertentu
|
i.
Aggregate Functions
(Fungsi Agregat)
Fungsi adalah sebuah program yang menghasilkan suatu
nilai jika dipanggil. Fungsi agregat adalah fungsi standar di dalam SQL, suatu
fungsi yang digunakan untuk melakukan summary, fungsi statistic standar yang
dikenakan pada suatu tabel atau query.
1. SUM(ekspresi)
2. Fungsi
ini digunkan untuk mendapatkan nilai total dari suatu kolom pada suatu tabel.
3. AVG(ekspresi).
Fungsi ini digunakan untuk mencari rata-rata
nilaialam suatu kolom dari suatu tabel atau ekspresi. Ekspresi dalam fungsi AVG
umunya adalah nama kolom. Kolom yang dicari nilai rata-ratanya adalah kolom
dengan tipe data numerik.
4. COUNT(x)
Fungsi ini digunakan untuk menghitung jumlah record
(baris) dari suatu kolom dari suatu tabel. X adalah nama kolom yang ingin
dicari jumlah barisnya.
5. MAX
(ekspresi)
Fungsi ini digunakan untuk menerima nilai terbesar
dari suatu kolom dari suatu tabel. Kolom yang dicari nilai terbesarnya memiliki
tie data numeruk.
6. MIN
(ekspresi)
Fungsi ini digunakan untuk mencari nilai terkecil
dari suatu kolom dari suatu tabel. Kolom yang dicari nilai terkecilnya memiliki
tipe data numerik.
65 MySQL (My
Structured Query Language)
MySQL adalah Relational Database Management System
(DBMS) yang didistribusikan secara gratis di bawah license GPL (General Public
License). Setiap orang bebas menggunakan MySQL tetapi harus bersifat open
source. MySQL menggunakan bahasa SQL (Structured Query Language).
Kelebihan MySQL dalam mengelolah data adalah :
·
Kecepatan, MySQL
mempunyainkecepatan paling baik dibandingkan RDBMS lainnya.
·
Mudah digunakan,
perintah dalam MySQL dan aturan-aturannya relative mudah diingat dan
diimplementasikan karena MySQL menggunakan SQL sebagai Bahasa standar database.
·
Open source, MySQL
sudah menggunakan konsep open source, artinya siapapun dapat ikut dalam
mengembangkan MySQL dan hasil pengembangannya dipublikasikan kepada pemakai.
·
Kapabilitas, MySQL
mampu memproses data yang tersimpan dalam database dengan jumlah 50 juta
record, 60.000 tabel dan 50.000.000.000 juta baris.
·
Biaya murah, pemakai
dapat mengguakan MySQL tanpa harus mengeluarkan biaya yang cukup mahal selama
menikuti konsep open source.
·
Keamanan, MySQL
menerapkan system keamanan dan hak akses secara bertingkat, termasuk dekungan
dengan keamanan data secara pengacakan lapisan data.
·
Lintas platform, MySQL
dapat dijalankan pada beberapa system operasi di antaranya yaitu Linux,
Windows, FreeBSD, Novel Netware, Sun Solaris, SCO Open Unix dan IBM’s IAX.
1.
Instalasi
MySQL-5.0.22-WIN32 :
1. Jalankan
file setup MySQL, yaitu mysql-5.0.22-win32.exe
maka muncul dialog instalasi sebagai berikut :
Gambar 2.2 Kotak Dialog Instalasi
2. Pilih
tombol Next kemusian muncul kotak
dialog seperti dibawah ini :
Gambar
2.3 Kotak dialog setup type
3. Pilih Cutom, kemusian pilih tombol Next.
Kemusian tampil dialogfitur program sebagai berikut :
Gambar
2.4 Kotak dialog Custom setup
4. Klik tanda silang pada Developer Compenents, kemusian pilih This feature will be installed on local
hard drive sebagai berikut :
Gambar
2.5 Kotak dialog select program installed
5. Kemudian pilih tombol Change…., pada folder name ubah menjadi c:/mysql
sesuai dengan gambar berikut :
Gambar
2.6 Kotak dialog change current destination Folder
6. Pilih OK, kemusian pilih tombol Next,
dan pilih tombol Install, maka
proses instalasi dimulai.
Gambar 2.7. kotak dialog Ready to install the
Program
7. Berikutnya
muncul dialig account, pilih Skip
Sign-Up dan klok tombol Next maka
akan muncul kotak dialog sebagai berikut :

Gambar
2.8 Kotak dialog Account
8.
Klik tombol Finish
dan tombol Next maka akan muncul kotak dialog sebagai
berikut :
Gambar
2.9 Kotak dialog select a configuration type
9.
Pilih Standard
Configuration dan klik tombol Next
Gambar
2.10 Standar Configuration
10.
Pilih tombol Next,
kemudian muncul gambar berikut ini. Masukkan password yang diinginkan pada kota
isian New root password dan Confirm berikut ini untk sekuritas,
misalnya umsida. Klik tombol Next.
Gambar
2.11 Kotak dialog security options
11.
Klik tombol Excute
sebagai tahap akhir.
Gambar
2.12 Kotak dialog Excute
12.
Klik Finish.
Gambar
2.13 Kotak dialog processing Configuration
a. Melakukan
Koneksi ke MySQL :
Cara 1 :
1. Melalui
DOS Prompt, masuk ke direktori utama MySQL dengan cara sebagai berikut (yang
diketik hanya yang digaris bawah) :
C:\> cd c:\appserv\mysql\bin
2.
Setelah
itu ketikkan perintah berikut (yang diketik hanya yang digaris bawah) :
C:\appserv\mysql\bin>
mysql –u root –p
maka akan diminta untuk memasukkan password, isikan
password yang digunakan pada saat instalasi, yaitu umsida.
b.
Merubah
Prompt MySQL :
Rubahlah nama prompt mysql dengan nama dan nim masing-masing mahasiswa.
Sintax :
MariaDB[(none)]> prompt prakDB/ratih_puspitasari(170);
POKOK BAHASAN 3
DATA DEFINITION LANGUAGE (DDL)
PENDAHULUAN
Pada pokok bahasan ini akan dibahas mengenai data
definition language pada SQL, dimana DDL digunakan untuk memanipulasi data
dalam basis data. Setelah mempelajari materi ini diharapkan mahasiswa mampu
untuk :
1. Mahasiswa
mampu memahami dan membuat basis data.
2. Mahasiswa
mampu memahami dan membuat tabel dari basis data.
3. Mahasiswa
mampu mengelolah dan memanipulasi basis data dan tabel-tabelnya.
PENYAJIAN
(TUTORIAL)
A.
Data
Definition Language (DDL)
DDl merupakan bagian dari sql yang digunakan untuk
mendefinisikan struktur dari kerangka data dan obyek basis data. Basis juga
dikatakan merupakan kelompuk perintah yang berfungsi untuk mendefinisikan
atribut-atribut basis data, tabel, batasan-batasan terhadap suatu atribut,
serta hubungan antar tabel.
Tabel
3.1 Perintah-perintah dalam DDL
Perintah
|
Keterangan
|
Create
Database
|
Membuat
basis data
|
Drop
Database
|
Menghapus
basis data
|
Create
Table
|
Membuat
table
|
Alter
Table
|
Mengubah
atau menyisipkan kolom ke dalam tabel
|
Drop
Table
|
Menghapus
tabel dari basis data
|
Create
Index
|
Mebuat
Index
|
Drop
Index
|
Menghapus
Index
|
B.
Perintah–perintah
DDL
Berikut ini perintah-perintah sql untuk Data
Definition Language :
a. Membuat Database
Syntax
:
CREATE DATABASE namadatabase;
Dimana
:
Nama
database yang dibuat tidak boleh mengandung apasi dan tidak boleh memiliki nama
yang sama dengan database lain di MySQL. Berikut ini perintah untuk membuat
basis data dengan nama perpustakaan :
b. Menampilkan daftar Database
Untuk
menampilkan daftar basis data yang ada di MySQL dapat menggunakan perintah :
SHOW DATABASE;
Berikut
ini perintah untuk menampilkan daftar basis data :
prakDB/ratih_puspitasari(170)show databases;
c.
Menghapus Database
Untuk
melakukan pengahpusan terhadap basis data yang sudah dibuat.
Syntax
:f
DROP
DATABASE namadatabase;
Dimana
:
Database
yang akan dihapus harus sesuai dengan nama database. Berikut ini perintah untuk
menghapus database dengan nama perpustakaan :
d.
Mengaktifkan Database
Sebelum
membuat suatu tabel, terlebih dahulu harus megaktifkan database yang akan
digunakan untuk menyimpan tabel-tabel tersebut dengan perintah :
USE namadatabase;
Karena
database yang sudah dibuat telah dihapus maka buat jembali database perpustakaan. Kemudian aktifkan
database tersebut dengan perintah :
prakDB/ratih_puspitasari(170)use perpustakaan;
e.
Membuat Tabel
Dalam
basis data tabel atau field berfungsi untuk menyimpan record atau data. Untuk
membuat tabel Syntaxnya adalah :
CREATE TABLE namatabel
(
Field TipeData1 ([lebar]),
Field TipeData2 ([lebar]),
…
Field TipeData3 ([lebar])
);
Keterangan
:
Nama
tabel tidak boleh mengandung spasi (space) tetapi jika menginginkan ada spasi
harus menggunakan tanda penghubung (nama_tabel). Field merupakan atribut pertama
data TipeData1 merupakan tipe data untuk atribut pertama. Jika igin membuat
tabel dengan atribut lebih darisatu, maka setelah pendefisinian tipe data
sebelumnya diberikan tanda koma (,).
Berikut
ini perintah untuk membuat tabel dengan nama pengarang :
mysql> create table pengarang (
kode_pengarang
varchar(5),
nama_pengarang
varchar(5));
prakDB/ratih_puspitasari(170)create
table pengarang (
kode_pengarang
varchar(5),
nama_pengarang
varchar(35));
Syntax
tambahan :
Maka tabel pengarang telah terbentuk, untuk
melihat hasilnya dapat digunakan perintah :
prakDB/ratih_puspitasari(170)SHOW TABLES;
Untuk melihat struktur yang telah dibuat (dalam
tabel hal ini buku) syntaxnya adalah :
DESC namatabel;
Contoh :
prakDB/ratih_puspitasari(170)desc pengarang;
f. Mendefinisikan null / not null
Ketika membuat tabel,
beberapa field harus diatur agar field terentu harus diisi. Biasanya field ini
adalah sebagai field utama atau kunci, juga sebagai identifikasi sehingga tidak
boleh kosong.
Syntax :
CREATE TABLE
namatabel;
(
Field1
TipeData1 ([lebar]) NOT NULL,
Field2
TipeData2 ([lebar]) NOT NULL,
…
Field3
TipeData3 ([lebar])
);
Contoh :
prakDB/ratih_puspitasari(170)create table pengarang (
kode_pengarang varchar(5) not null,
nama_pengarang varchar(35) not null);
a.
Mendefinisikan Nilai Bawaan (Default)
Nilai default adalah
nilai yang otomatis diberikan oleh system untuk suatu atribut ketika ada
penambahan baris baru, sementara nilai pada atribut tidak diisi oleh pengguna.
Syntax :
CREATE TABLE
namatabel;
(
Field1
TipeData1 ([lebar]),
Field2
TipeData2 DEFAULT nilai
);
Dimana nilai adalah
nilai default dariatribut tersebut.
Contoh :
prakDB/ratih_puspitasari(170)create table buku (
Kode_buku
varchar(5) not null,
Judul_buku
varchar(15) not null,
harga
integer default 0,
tahun_terbit
varchar(5),
kode_pengarang
varchar(5),
kode_penerbit
varchar(5));
b.
Menentukan kunci primer
( Primary Key ) Pada Tabel
Key
adalah satu gabungan dari beberapa atribut yang dapat membedakan semua basis
data (row) dalam tabel secara unik. Kry di dalam database berfungsi sebagai
suatu cara unuk mengidentifikasi dan menghubungkan satu tabel data dengan tabel
yang lain.
Primary Key adalah suatu atribut atau satu set
minimal atribut yang tidak hanya mendefinisikan secara unik suatu kejadian
spesifik tetapi juga dapat mewakili setiap kejadian dari suatu kejadian.
Terdapat tiga cara untuk membuat primary key.
Berikut ini adalah Syntax membuat primary key untuk Field1
Cara
1 :
CREATE TABLE namatabel
(
Field TipeData1 ([lebar]) NOT FULL
PRIMARY KEY,
Field TipeData2 ([lebar])
);
Cara
2 :
CREATE TABLE namatabel
(
Field TipeData1 ([lebar]),
Field TipeData2 ([lebar]),
PRIMARY KEY(Field1)
);
Cara
3:
ALTER TABLE namatabel ADD CONSTRANT
namaconstraint PRIMARY KEY (namakolom) ;
Berikut ini perintah untuk membuat tabel pengarang
dengan atribut kode_pengarang tipe datanya varchar(5), nama_pengarang tipe
datanya varchar(15) engan mendfinisikan nilai not null dan primary key untuk
antribut kode_pengarang :
Contoh 1 :
Mysql> ceeate table pengarang (
Kode_pengarang
varchar (5) not null primary key,
Nama_pengarang
varchar(15) not null);
Contoh 2 :
Mysql> create table pengarang (
Kode_pengarang
varchar (5) not null primary key,
Nama_pengarang
varchar(15) not null
Primary key
(kode_pengarang));
Contoh 3:
Mysql> create table pengarang (
Kode_pengarang
varchar (5) not null,
Nama_pengarang
varchar(15) not null);
penambahan primary key :
prakDB/ratih_puspitasari(170)alter table pengarang add constraint pk primary key (kode_pengarang);
c.
Menghapus Primary Key Pada Tabel
Perintah
:
Cara
1 :
Jika primary key dibuat dengan menggunakan alter table :
ALTER TABLE
namatabel DROP CONSTRAINT namaconstraint ;
Cara
2 :
Jika primary key dibuat melalui create table :
ALTER TABLE
namatabel1 DROP PRIMARY KEY ;
Berikut ini perintah
yang digunakan untuk menghapus primary key pada tabel buku .
prakDB/ratih_puspitasari(170)alter
table pengarang drop primary key;
d. Menentukan Foreign Key Pada Tabel
Untuk
membuat foreign key, maka harus dipastikan bahwa tabel dan atribut yang dirujuk
(tabel induk dari foreign key) sudah definisikan terlebih dahul. Perintah yang
digunakan sebagai berikut :
CREATE TABLE namatabel
(
Field1 TipeData1 ([lebar]),
Field2 TipeData2 ([lebar]),
FOREIGN KEY (Field2) REFERENCES namatabelinduk
(namafieldinduk)
ON UPDATE CASCADE
ON DELETE NO
ACTION
)
atau
ALTER TABEL namatabel ADD CONSTRAINT namaconstraint FOREIGN KEY
(namafield) REFERENCES namatabelinduk (namafieldinduk) ON UPDATE CASCADE ON
DELETE NO ACTION;
Berikut
ini perintah untuk membuat tabel buku beserta kolom-kolomnya :
Mysql>
create tabel buku (
Kode_buku varcahar(5)
not null primary key,
Judul_buku varchar(15)
not null,
harga integer default 0,
tahun_terbit varchar(5),
kode_pengarang
varchar(5),
kode_penerbit
varchar(5),
Foreign
key(kode_pengarang) references pengarang (kode_pengarang) on update cascade on
delete no action);
Atau
Mysql>
create table buku (
Kode_buku varchar(5) not
null primary key,
Judul_buku varchar(15)
not null,
harga integer default 0,
tahun_terbit varchar(5),
kode_pengarang
varchar(5),
kode_penerbit varchar(5));
prakDB/ratih_puspitasari(170)alter table buku
add constraint fk foreign key (kode_pengarang) references
pengarang(kode_pengarang) on update cascade on delete no action;
e. Menghapus
Foreign Key
Foreign key yang sudah
dibuat di hapus dengan perintah :
ALTER TABLE
namatabel DROP FOREIGN KEY namaconstraint;
Berikut ini perintah
untuk menghapus foreign key pada tabel buku :
prakDB/ratih_puspitasari(170)alter
table buku drop foreign key fk;
f.
Mengubah Struktur Tabel
Tabel yag sudah dibuat dilakukan
perubahan strukturnya seperti penambahan atribut (field), penghapusan atribut
(field) bahkan mengganti lebar field dari tabel tersebut. Perintah yang
digunakan adalah ALTER TABLE.
ü Menambah Atribut Baru Pada Tabel
Syntax :
ALTER TABLE namatabel
ADD fieldbaru tipe;
Dimana :
Namatabel adalah nama
tabel yang akan ditambah fieldnya.
Field baru adalah nama
atribut yang akan ditambahkan, tipe adalah tipe data dari atribut yang akan
ditambahka. Berikut ini perintah untuk menambah atribut keterangan dengan tipe
data varchar(25) ke dalam tabel buku :
prakDB/ratih_puspitasari(170)alter table buku add keterangan varchar(25);
ü Mengubah Tipe Data atau Lebar Atribut Pada
Tabel
Syntax :
ALTER TABLE namatabel
MODIFY COLUMN field tipe ;
Dimana :
namatabel adalaha nama table yang
akan diubah tipe data atau lebar atributnya. Field adalah atribut yang akan
diubah tie data atau lebarnya. Tipe adalah tipe data baru atau tipe data lama
dengan lebaratribut yang berbeda. Berikut ini perintah untuk mengubah tipe data
untuk atribut keterangan dengan char(20) :
prakDB/ratih_puspitasari(170)alter table buku modify column keterangan char(20);
ü Mengubah Nama Atribut (Field) pada Tabel
Syntax :
ALTER TABLE namatabel
CHANGE COLUMN namalamafield namabarufield tipedatanya;
Dimana :
namatabel
adalah nama table yang akan diubah nama atributnya, namalamafield adalah
atribut yang akan diganti namanya, namabarufield adalah nama baru atribut,
tipedatanya adalah tipe data dari atribut tersebut. Berikut ini perintah untuk
mengubah nama atribut keterangan menjadi ket :
prakDB/ratih_puspitasari(170)alter table buku change column keterangan ket char(20);
ü Menghapus Atribut (Field) Pada Tabel
Syntax :
ALTER TABLE
namatabel DROP COLUMN namakolom;
Berikut ini perintah untuk
menghapus atribut ket pada table buku :
prakDB/ratih_puspitasari(170)alter table buku drop ket;
g.
Menghapus Tabel
Table sudah dibuat
dapat di hapus dengan menggunakan perintah DROP TABLE. Syntax sebagai berikut :
DROP TABLE namatabel;
Table yang akan dihapus
sesuai dengan namatabel, beriku ini untuk menghapus table dengan nama pengarang
:
prakDB/ratih_puspitasari(170)drop table buku;
POKOK
BAHASAN 4
DATA MANIPULATION LANGUAGE (DML)
PENDAHULUAN
Pada pokok bahasan ini akan dibahas mengenai data
manipulation language (DML), dimana data pada basis data dapat di kelolah dan
dimanipulasi dengan menggunakan perintah insert,
select, update dan delete. Setelah mempelajari materi ini diharapkan mahasiswa mampu
:
1.
Mahasiswa
mampu memasukkan data ke tabel di MySQL.
2.
Mahasiswa
mampu memanipulasi data dalam basis data di MySQL.
3.
Mahasiswa
mampu melakukan query dalam basis data di MySQL.
PENYAJIAN (TUTORIAL)
A.
Data
Manipulation Language (DML)
Data Manipulation Language (DDL) merupakan
perintah-perintah yang berfungsi untuk melakukan manipulasi data ataupun
objek-objek yang ada didalam tabel. Antara lain: perintah untuk memilih data
(query), menyisipkan, mengubah dan menghapus data dalam basis data.
Bentuk manipulasi yang dapat dilakukan oleh DML
diantaranya adalah :
- Melakukan pencarian kembali data lama,
- Penyisipan data baru ke dalam tabel
- Penghapusan data
- Pengubahan data
- Menampilkan data dengan kreiteria tertentu
- Menampilkan data secara terurut.
DML menurut jenisnya dapat dibagi menjadi 2 jenis yaitu :
- Prosedural, DML membutuhkan pemakai untuk
menspesifikasikan data apa yang dibutuhkan dan bagaimana cara
mendapatkannya, Contoh paket bahasa prosedural adalah dBase III, FoxBase.
- Non Prosedural, DML membutuhkan pemakai untuk
menspesifikasikan data apa yang dibutuhkan tanpa tahu bagaimana cara
mendapatkannya. Contoh paket bahasa non prosedural adalah SQL (Structured
Query Language) atau Query By Example (QBE).
B. Perintah
DML sebagai berikut :
a.
INSERT
Perintah INSERT digunakan untuk menambahkan baris pada
suatu tabel.
Terdapat dua cara untuk menambah baris, yaitu :
Cara 1 :
Menambah baris dengan mengisi data langsung pada setiap
kolom tanpa menyertakan struktur tabel :
INSERT INTO namatabel VALUES (nilai1,nilai2,nilai-n);
Cara 2 :
Menambah baris dengan menyertakan struktur tabel dalam
mengisi data pada setiap kolom :
INSERT
INTO namatabel (kolom1,kolom2,kolom-n) VALUES (nilai1,nilai2,nilai-n);
Berikut ini perintah untuk menambahkan baris pada tabel
buku :
Cara
1 :
prakDB/ratih_puspitasari(170)insert
into buku values ('B001','Sistem Basis Data','25000','2004','P001','T001');
Cara 2 :
prakDB/ratih_puspitasari(170) insert
into buku
(kode_buku,judul_buku,harga,tahun_terbit,kode_pengarang,kode_penerbit) values
('B002','Sistem Informasi','50000','2003','P001','T001');
Keterangan :
Jika data bertipe string, date atau time (contoh : B001,
Sistem Basis Data, 2007-11-10) maka pemberian nilainya diapit dengan tanda
petik tunggal (‘B001’) atau petik ganda (“B001”). Jika data bertipe numerik
(2500, 400) maka pemberian nilainya tidak diapit tanda petik tunggal maupun
ganda.
b.
UPDATE
Perintah UPDATE digunakan untuk mengubah isi data pada
satu atau beberapa kolom pada suatu tabel.
Syntax
:
UPDATE
namatabel SET kolom1 = nilai1, kolom2 = nilai2 [WHERE kondisi];
Perintah dalam tanda [] bersifat opsional untuk mengubah
suatu baris dengan suatu kondisi tertentu. Berikut ini perintah untuk mengubah baris
pada tabel pengarang dengan data sebagai berikut :
prakDB/ratih_puspitasari(170) select*from
buku;
Contoh 1 : mengubah semua nilai pada kolom judul_buku
menjadi ‘Basis Data’ :
prakDB/ratih_puspitasari(170)update buku
set judul_buku='Basis Data';
Contoh 2 : mengubah nilai pada kolom judul_buku menjadi
Basis Data Terpadu dimana nilai pada kolom kode_buku adalah B001 :
prakDB/ratih_puspitasari(170)update
buku set judul_buku='Basis Data Terpadu' where kode_buku='B001';
c.
SELECT
Perintah SELECT digunakan untuk menampilkan isi dari
suatu tabel yang dapat dihubungkan dengan tabel yang lainnya.
1)
Menampilkan
data untuk semua kolom menggunakan asterisk (*)
Syntax
:
SELECT
* FROM namatabel;
Berikut
ini perintah untuk menampilkan semua data pada tabel buku:
prakDB/ratih_puspitasari(170)select*from buku;
2)
Menampilkan
data untuk kolom tertentu
Syntax
:
SELECT
kolom1,kolom2,kolom-n FROM namatabel;
Berikut ini perintah untuk menampilkan data pada tabel
buku dengan kolom yang ditampilkan adalah kolom kode_buku :
prakDB/ratih_puspitasari(170)select kode_buku from
buku;
3)
Menampilkan
data dengan kondisi data tertentu dengan klausa WHERE
Syntax
:
SELECT
* FROM namatabel WHERE kondisi;
Berikut ini perintah untuk menampilkan data pada tabel
buku dimana nilai pada kolom kode_buku adalah B001 :
prakDB/ratih_puspitasari(170)select*from
buku where kode_buku='B001';
Beberapa operator perbandingan yang dapat digunakan pada
klausa WHERE selain “=” adalah : >
(lebih dari), < (kurang dari), < > (tidak sama dengan), >= (lebih
dari atau sama dengan), <= (kurang dari atau sama dengan). Adapun operator
lain, yaitu : AND, OR, NOT, BETWEEN-AND,
IN dan LIKE. Berikut ini data yang ada pada tabel pengarang:
prakDB/ratih_puspitasari(170)select
kode_buku from buku
Contoh 1 : perintah untuk menampilkan data pada tabel
buku dimana nilai harga berkisar dari 25000 hingga 50000 :
prakDB/ratih_puspitasari(170)select*from
buku where harga>=25000 and harga<=50000;
Atau
prakDB/ratih_puspitasari(170)select*from
buku where harga between 25000 and 50000;
Contoh 2 : perintah untuk menampilkan data pada tabel
buku dimana nilai harga sama dengan 25000 atau 50000 :
prakDB/ratih_puspitasari(170)select*from
buku where harga=25000 or harga=50000;
atau
prakDB/ratih_puspitasari(170)select*from
buku where harga in (25000,50000);
Contoh 3 : perintah untuk menampilkan data pada tabel
buku dimana nilai pada kolom judul_buku tidak sama dengan basis data :
prakDB/ratih_puspitasari(170)select*from
buku where judul_buku='Basis Data Terp';
Atau
prakDB/ratih_puspitasari(170)select*from
buku where judul_buku<>'Basis Data Terp';
Contoh 4 : Isi tabel buku
prakDB/ratih_puspitasari(170)select*from
buku;
perintah untuk menampilkan data pada tabel buku dimana
data pada kolom tertentu diawali dengan nilai tertentu, misalnya pada kolom
judul_buku dimana diawali dengan karakter ‘B’ :
prakDB/ratih_puspitasari(170)select*from
buku where judul_buku like 'B%';
4)
Memberikan
nama lain pada kolom
Syntax
:
SELECT namakolomlama AS namakolombaru FROM namatabel;
Berikut ini perintah untuk memberikan nama lain pada
kolom judul_buku menjadi judul pada tabel pengarang :
prakDB/ratih_puspitasari(170) select
judul_buku as judul from buku;
5)
Menggunakan
alias untuk nama tabel
Syntax
:
SELECT
nmalias.jenis, nmalias.harga FROM namatabel nmalias;
Berikut ini perintah untuk memberikan alias pada tabel
buku :
prakDB/ratih_puspitasari(170)select j.judul_pengarang,
j.harga from buku j;
6)
Menampilkan
data lebih dari dua tabel
Syntax :
SELECT * from namatabel1,namatabel2,namatabel-n;
Isi tabel pengarang:
prakDB/ratih_puspitasari(170)select*from pengarang;
Isi tabel buku :
prakDB/ratih_puspitasari(170)select*from buku;
Berikut ini perintah untuk menampilkan semua data pada
tabel pengarang dan buku :
prakDB/ratih_puspitasari(170)select*from
pengarang,buku;
7)
Operator
comparison ANY dan ALL
a.
Operator
ANY digunakan berkaitan dengan subquery. Operator ini menghasilkan TRUE
(benar) jika paling tidak salah satu perbandingan dengan hasil subquery
menghasilkan nilai TRUE. Ilustrasinya :
Gaji >
ANY (S)
Jika subquery S menghasilkan G1, G2, ..., Gn, maka
kondisi di atas identik dengan :
(gaji
> G1) OR (gaji > G2) OR ... OR (gaji > Gn)
Contoh : perintah untuk menampilkan semua data pengarang
yang harga bukunya bukan yang terkecil:
prakDB/ratih_puspitasari(170)select*from
buku where harga > ANY (select kode_pengarang from pengarang);
b.
Operator
ALL digunakan untuk melakukan perbandingan dengan subquery. Kondisi
dengan ALL menghasilkan nilai TRUE (benar) jika subquery tidak
menghasilkan apapun atau jika perbandingan menghasilkan TRUE untuk setiap nilai
query terhadap hasil subquery.
Contoh: perintah untuk menampilkan data pengarang yang
harganya paling tinggi:
prakDB/ratih_puspitasari(170)select*from buku where
harga >= ALL (select kode_pengarang from pengarang);
8)
Aggregate
Functions (COUNT, SUM, AVG, MIN, MAX)
a.
COUNT
Perintah yang digunakan untuk menghitung jumlah baris
suatu kolom pada tabel. Contoh : perintah untuk menghitung jumlah baris kolom
kode_buku pada tabel buku:
prakDB/ratih_puspitasari(170)select count(kode_buku)
from buku;
b.
SUM
Perintah yang digunakan untuk menghitung jumlah nilai
suatu kolom pada tabel. Contoh : perintah untuk menghitung jumlah nilai kolom
harga pada tabel pengarang:
prakDB/ratih_puspitasari(170)select
sum(harga) from buku;
c.
AVG
Perintah yang
digunakan untuk menghitung rata-rata dari nilai suatu kolom pada tabel. Contoh
: perintah untuk menghitung rata-rata dari kolom harga pada tabel pengarang:
prakDB/ratih_puspitasari(170)select avg(harga) from
buku;
d.
MIN
Perintah yang digunakan untuk menampilkan nilai terkecil
dari suatu kolom pada tabel.
Contoh : perintah untuk menampilkan nilai terkecil dari
kolom harga pada tabel buku:
prakDB/ratih_puspitasari(170)select
min(harga) from buku;
e.
MAX
Perintah yang digunakan untuk menampilkan nilai terbesar
dari suatu kolom pada tabel. Contoh : perintah untuk menampilkan nilai terbesar
dari kolom harga pada tabel buku:
prakDB/ratih_puspitasari(170)select
max(harga) from buku;
9)
SQL
dengan GROUP BY dan HAVING
Klausa GROUP BY digunakan untuk melakukan pengelompokan
data. Sebagai contoh, terdapat tabel buku dengan data sebagai berikut :
prakDB/ratih_puspitasari(170)select*from
buku;
akan ditampilkan hanya kolom tahun_masuk dan digabungkan
dengan SUM(jml_buku) yang dikelompokkan berdasarkan kolom tahun_masuk pada
tabel buku :
prakDB/ratih_puspitasari(170)select
sum(jml_buku) from buku group by tahun_terbit;
Klausa HAVING digunakan untuk menentukan kondisi bagi
klausa GROUP BY. Kelompok yang memenuhi HAVING saja yang akan dihasilkan.
Contoh : perintah untuk menampilkan data hanya kolom tahun_masuk yang
dikelompokkan berdasarkan kolom tahun_masuk, dimana jumlah buku berdasarkan kelompoknya
harus lebih besar dari satu pada tabel buku :
prakDB/ratih_puspitasari(170)select
kode_pengarang from buku group by kode_pengarang having count(kode_buku )
>1;
10) ORDER BY
Klausa ORDER BY digunakan untuk mengurutkan data
berdasarkan kolom tertentu sesuai dengan tipe data yang dimiliki. Contoh :
perintah untuk mengurutkan data buku berdasarkan kolom judul :
prakDB/ratih_puspitasari(170)select*from
buku order by judul_buku;
atau tambahkan ASC
untuk pengurutan secara ascending (menaik)
prakDB/ratih_puspitasari(170)select
*from buku order by judul_buku asc;
atau tambahkan DESC untuk pengurutan secara descending
(menurun)
prakDB/ratih_puspitasari(170)select*from
buku order by judul_buku desc;
d.
DELETE
Perintah DELETE digunakan untuk menghapus satu baris,
baris dengan kondisi tertentu atau seluruh baris.
Syntax
:
DELETE
FROM namatabel [WHERE kondisi];
Perintah dalam tanda [] bersifat opsional untuk menghapus
suatu baris dengan suatu kondisi tertentu. Berikut ini perintah untuk menghapus
baris pada tabel buku dengan data sebagai berikut :
prakDB/ratih_puspitasari(170)select*from
buku;
Contoh 1 : jika ingin menghapus seluruh baris pada tabel
pengarang :
prakDB/ratih_puspitasari(170)delete from buku;
Contoh 2 : jika ingin menghapus baris yang memiliki nilai
‘B001’ pada kolom kode_buku pada tabel buku maka perintahnya sebagai berikut :
prakDB/ratih_puspitasari(170)delete
from buku where kode_buku-'B001';
Contoh 3 : jika ingin menghapus baris yang memiliki nilai
‘Basis Data Terpadu’ pada kolom judul_buku
pada tabel buku maka perintahnya sebagai berikut :
prakDB/ratih_puspitasari(170)delete
from buku where judul_buku='Basis Data Terp';
POKOK BAHASAN 5
QUERY DAN VIEW
PENDAHULUAN
Pada pokok bahasan ini akan dibahas mengenai query dan view dalam
basis data. Setelah mempelajari bab
ini diharapkan mahasiswa mampu :
1.
Mengelolah data dengan kriteria tertentu.
2.
Mengelolah data dari beberapa tabel.
3. Memahami dan membuat View
4. Dapat Memanggil data melalui View
5. Merubah definisi View
6. Insert, Update, dan Delete data melalui View
7.
Menghapus
(drop) view
PENYAJIAN (TUTORIAL)
A.
Query
Query merupakan suatu
proses pengolahan data yang digunakan untuk memberikan hasil dari basis data
berdasarkan kriteria tertentu. Query tidak hanya membaca atau mengambil data,
query biasanya melibatkan beberapa tabel yang direlasikan dengan menggunakan
field kunci. Namun query juga dapat digunakan pada satu tabel saja, tetapi
hasilnya kurang informatif dan terbatas.
- Aturan dalam
melakukan query antar tabel :
a.
Setiap field disebutkan bersama dengan nama
tabelnya, dipisahkan tanda titik (.).
Syntax : Namatabel.namafield.
Contoh : buku.kode_buku
artinya field kode_buku dari tabel buku.
b.
Setiap tabel yang terlibat dalam proses query harus
disebutkan dalam klausa FROM, dengan pemisah koma (,).Dimana urutan tabel tidak
mempengaruhi proses query.
Contoh : FROM buku, anggota.
c.
Kondisi dalam klausa WHERE mempengaruhi jenis join
yang tercipta.
- Jenis-jenis join pada query :
a.
Operator Cross Join
Operator ini berguna
untuk melakukan operasi penggabungan dengan perkalian kartesain. Namun
penggabungan jenis ini jarang digunakan karena tidak menghasilkan nilai
informasi yang efektif.
Contoh :
prakDB/ratih_puspitasari(170)select*from
buku cross join pengarang limit 5;
b.
Operator Inner Join
Inner join digunakan
untuk menampilkan data dari dua tabel yang berisi data sesuai dengan syarat
dibelakang on (tidak boleh null), dengan kata lain semua data dari tabel kiri
mendapat pasangan data dari tabel sebelah kanan. Berikut ini perintah untuk
menampilkan data dari tabel pengarang dan buku dengan syarat berdasarkan kolom
kode_pengarang :
prakDB/ratih_puspitasari(170)select
* from pengarang join buku on (pengarang.Kode_pengarang=buku.Kode_pengarang);
c.
Operator Equijoin
Equijoin adalah
penggabungan antar tabel dengan menggunakan operator ‘=’ pada kondisi klausa
WHERE
Contoh :
prakDB/ratih_puspitasari(170)select
buku.Kode_buku, buku.judul_buku,pengarang.Kode_pengarang,
pengarang.Nama_pengarang from buku, pengarang where
buku.Kode_pengarang=pengarang.Kode_pengarang;
d.
Operator Self-Join
Self-join adalah jenis
penggabungan antar field dari tabel yang sama. Untuk melakukan penggabungan
self-join menggunakan alias.
Contoh :
prakDB/ratih_puspitasari(170)SELECT
a.Kode_buku, b.Judul_buku FROM buku a, buku b WHERE a.harga=’25000’ AND
a.harga=’25000’;
e.
Operator Natural Join
Operator ini digunakan
untuk melakukan operasi equijoin dengan memperlakukan nama-nama kolom yang sama
sebagai kolom penghubung.
Contoh :
prakDB/ratih_puspitasari(170)SELECT
buku.kode_buku, buku.judul_buku, pengarang.kode_pengarang,
pengarang.nama_pengarang FROM buku NATURAL JOIN pengarang;
Natural Join dibedakan
menjadi 2 yaitu :
·
Natural Left Join
Natural left join
digunakan untuk menampilkan semua data dari tabel sebelah kiri perintah natural
left join beserta pasangannya dari tabel sebelah kanan. Meskipun terdapat data
dari sebelah kiri tidak memiliki pasangan, tetap akan ditampilkan dengan
pasangannya berupa nilai NULL.
prakDB/ratih_puspitasari(170)select
*from pengarang natural left join buku;
·
Natural Right Join
Natural right join
digunakan untuk menampilkan semua data dari tabel sebelah kanan perintah
natural right join beserta pasangannya dari tabel sebelah kiri. Meskipun
terdapat data dari sebelah kanan tidak memiliki pasangan, tetap akan
ditampilkan dengan pasangannya berupa nilai NULL.
prakDB/ratih_puspitasari(170)select
*from pengarang natural right join buku;
- UNION, INTERSECT dan EXCEPT
1.
UNION
UNION merupakan operator
yang digunakan untuk menggabungkan hasil query, dengan ketentuan jumlah,
nama dan tipe kolom dari masing-masing tabel yang akan ditampilkan datanya
harus sama. Berikut ini perintah untuk memperoleh data pada tabel buku dimana
tahun penerbitan 2003 dan 2004 :
Mysql> select
tahun_terbit,judul from buku where tahun_terbit=’2003’ union > select
tahun_terbit,judul from buku where tahun_terbit=’2004’;
Perintah di atas identik
dengan :
prakDB/ratih_puspitasari(170)select
tahun_terbit,Judul_buku from buku where tahun_terbit=’2003’ or tahun_terbit
=’2004’;
Namun tidak semua
penggabungan dapat dilakukan dengan OR, yaitu jika bekerja pada dua tabel atau
lebih.
2.
INTERSECT
INTERSECT merupakan
operator yang digunakan untuk memperoleh data dari dua buah query dimana
data yang ditampilkan adalah yang memenuhi kedua query tersebut dengan
ketentuan jumlah, nama dan tipe kolom dari masing-masing tabel yang akan
ditampilkan datanya harus sama.
Syntax :
SELECT * FROM namatabel1 INTERSECT SELECT * FROM
namatabel2
Pada MySQL tidak
terdapat operator INTERSECT namun sebagai gantinya dapat menggunakan operator
IN seperti contoh 1 pada bagian Nested Queries.
3.
EXCEPT / Set Difference
EXCEPT merupakan
operator yang digunakan untuk memperoleh data dari dua buah query dimana
data yang ditampilkan adalah data yang ada pada hasil query 1 dan tidak
terdapat pada data dari hasil query 2 dengan ketentuan jumlah, nama dan
tipe kolom dari masing-masing tabel yang akan ditampilkan datanya harus sama.
Syntax :
SELECT * FROM namatabel1 EXCEPT SELECT * FROM
namatabel2
Pada MySQL tidak
terdapat operator EXCEPT namun sebagai gantinya dapat menggunakan operator NOT
IN seperti contoh 2 pada bagian Nested Queries.
- Nested Queries / Subquery (IN, NOT IN, EXISTS, NOT EXISTS)
Subquery berarti query di
dalam query. Dengan menggunakan subquery, hasil dari query
akan menjadi bagian dari query di atasnya.
Subquery terletak di dalam
klausa WHERE atau HAVING. Pada klausa WHERE, subquery digunakan untuk
memilih baris-baris tertentu yang kemudian digunakan oleh query.
Sedangkan pada klausa HAVING, subquery digunakan untuk memilih kelompok
baris yang kemudian digunakan oleh query.
Contoh 1 : perintah untuk
menampilkan data pada tabel pengarang yang mana data pada kolom
kode_pengarang-nya tercantum pada tabel buku menggunakan IN :
prakDB/ratih_puspitasari(170)select
* from pengarang where Kode_pengarang in (select Kode_pengarang from buku);
atau menggunakan EXISTS
prakDB/ratih_puspitasari(170)select
* from pengarang where exists (select * from buku where
pengarang.Kode_pengarang=buku.Kode_pengarang);
Pada contoh di atas :
SELECT kode_pengarang
FROM buku
disebut subquery,
sedangkan :
SELECT * FROM
pengarang
berkedudukan sebagai query.
Perhatikan, terdapat data jenis dan harga pada tabel pengarang yang tidak
ditampilkan. Hal ini disebabkan data pada kolom jenis tidak terdapat pada kolom
jenis di tabel buku.
Contoh 2 : perintah
untuk menampilkan data pada tabel pengarang yang mana data pada kolom jenis-nya
tidak tercantum pada tabel buku menggunakan NOT IN :
prakDB/ratih_puspitasari(170)select
* from pengarang where kode_pengarang not in (select kode_pengarang from buku);
atau menggunakan NOT
EXISTS
prakDB/ratih_puspitasari(170)select
*from pengarang where not exists (select * from buku where
pengarang.Kode_pengarang=buku.Kode_pengarang);
B.
View
View adalah perintah query yang
disimpan pada database dengan suatu nama tertentu, sehingga bisa digunakan
setiap saat untuk melihat data tanpa menuliskan ulang query tersebut.
Syntax dasar
perintah untuk membuat view adalah sebagai berikut :
CREATE
[OR REPLACE]
VIEW view_name [(column_list)]
AS select_statement
[OR REPLACE]
VIEW view_name [(column_list)]
AS select_statement
Kita menggunakan opsi OR REPLACE jika kita ingin mengganti view dengan nama
yang sama dengan perintah tersebut. Jika tidak maka perintah CREATE VIEW akan
menghasilkan error jika nama view yang ingin dibuat sudah ada sebelumnya.
1. View antar 2 tabel
Kita akan membuat view dari
relasi antara tabel "buku" dan "penerbit"
untuk menampilkan data buku dan penerbitnya dari database perpustakaan dengan nama "view_buku". Perintahnya adalah sebagai
berikut :
create view view_buku
-> as
-> select buku.kode_buku, judul_buku
-> from buku inner join pengarang
on buku.kode_pengarang=pengarang.kode_pengarang;
Eksekusi perintah berikut untuk
memastikan view telah dibuat :
SELECT * FROM information_schema.views WHERE table_name = 'view_buku';
Lihat hasil query view view_buku :
prakDB/ratih_puspitasari(170)select*from
view_buku;
2.
View dengan 3 tabel
Membuat view dari relasi antara
tabel “buku”, “angota” dan “peminjaman”
untuk menampilkan data peminjaman buku dari database perpustakaan dengan nama "view_peminjaman". Perintahnya adalah sebagai
berikut :
prakDB/ratih_puspitasari(170)create
view peminjaman_view
-> as
-> select a.id_peminjaman, b.kode_buku,
b.judul,
-> c.kode_anggota, c.nama,
a.tanggal_pinjam,
-> a.tanggal_kembali from peminjaman a,
buku b,
-> anggota c where
a.kode_buku=b.kode_buku and
-> a.kode_anggota=c.kode_anggota;
Eksekusi perintah
berikut untuk memastikan view telah dibuat :
SELECT * FROM information_schema.views WHERE table_name = 'view_peminjaman';
Lihat hasil query view view_peminjaman :
prakDB/ratih_puspitasari(170)select*from
peminjaman_view;
POKOK
BAHASAN 6
DATA
CONTROL LANGUAGE (DCL) / HAK AKSES USER
PENDAHULUAN
Pada pokok bahasa ini akan dibahas mengenai manajemen hak akses user terhadap basis data.
Setelah mempelajari bab ini diharapkan mahasiswa mampu :
a. Mengetahui dan memahami hak akses di basis data.
b. Mengetahui dan memahami pengaturan hak
akses user.
c. Memahami dan menerapkan batasan-batasan hak akses user.
PENYAJIAN (TUTORIAL)
A.
Pemahaman Hak Akses
Basis data yang telah dibuat perlu diatur agar data
selalu dalam keadaan aman dari pemakai yang tidak berhak. Pengaturan hak akses
berguna dalam hal pembatasan pengaksesan suatu data, misalkan hanya pemakai
tertentu yang bisa membaca atau pemakai lain yang justru dapat melakukan
perubahan dan penghapusan data.
Macam-macam perintah yang terkait dengan hak akses adalah
SELECT, INSERT, UPDATE, DELETE, REFERENCES, INDEX, CREATE, ALTER dan DROP.
B.
Mengatur Hak Akses
Untul MySQL versi 3.22. keatas dalam manajemen user dapat
menggunakan perintah GRANT dan REVOKE untuk mengatur hak akses pemakai (user).
1.
Perintah
GRANT
Dipergunakan untuk membuat user baru dengan izin aksesnya.
Bentuk umum :
GRANT jenis_akses
(`nama_kolom) ON nama_database TO nama_user IDENTIFIED BY
”nama_password” [WITH
GRANT pilihan_akses]
Atau
GRANT hak_akses ON
namatabel TO pemakai;
Dimana :
·
Hak_akses
merupakan hak yang diberikan kepada pemakai berupa SELECT, INSERT saja atau
keduanya. Bila hak akses lebih dari satu antar hak akses dipisahkan dengann
koma (,).
·
Nama
tabel, menyatakan nama tabel yang akan diakses dan diatur.
·
Pemakai,
nama pemakai yang telah didaftarkan pada sistem database. Sejumlah pemakai bisa
disebutkan dengan dipisahkan tanda koma (,).
Contoh :
Misalkan kita sebagai Administrator basis data yang
mempunyai wewenang untuk mengatur hak akses para pemakai. Kita akan mengatur
hak akses pengguna siska dan edi (sebagai user).
prakDB/ratih_puspitasari(170)GRANT
SELECT ON buku TO siska;

Perintah diatas digunakan untuk memberikan hak akses
SELECT terhadap tabel buku kepada user siska sehingga user siska dapat menggunakan
perintah SELECT untuk melakukan proses query pada tabel buku.
Hak akses lebih dari satu :
prakDB/ratih_puspitasari(170)GRANT SELECT, INSERT, UPDATE, DELETE ON
buku TO siska, edi;
2. Perintah
REVOKE
C. Membatasi
Hak Akses
Hak akses perlu dibatasi untuk memudahkan dalam mengatur
dan mengawasi pemakaian data serta menjaga keamanan data.
Contoh :
Administrator akan memberikan hak akses kepada edi dalam
melakukan query tabel buku untuk field tertentu saja. Perintahnya :
prakDB/ratih_puspitasari(170)GRANT
SELECT,UPDATE(kode_buku,judul_buku,tahun_terbit) ON buku TO edi;
Dari perintah diatas user
arif hanya dapat melakukan SELECT dan UPDATE terhadap tiga field yaitu kode_buku, judul_buku, tahun_terbit).
D.
Hak Akses Penuh
Untuk memberikan hak akses penuh kepada pemakai, dapat
memakai perintah klausa ALL PRIVILEGES. Tentunya dengan pemberian hak akses
penuh kepada pemakai (user).
Contoh :
prakDB/ratih_puspitasari(170)GRANT
ALL PRIVILEGES ON buku to siska;
Atau menggunakan
prakDB/ratih_puspitasari(170)grant
all on buku to siska;
E.
Hak Akses kepada Public
Untuk memberikan hak akses kepada banyak user dapat
menggunakan klausa PUBLIC. Bebrapa DBMS ada yang menggunakan klausa WORLD.
Contoh :
PrakDB/ratih_puspitasari(170) GRANT SELECT, INSERT ON buku;
F.
Pencabutan Hak Akses
1.
Pencabutan
Hak Akses Sementara
Untuk melakukan pencabutan atau penghapusan hak akses
user menggunakan perintah REVOKE. Perintah ini juga mampu melakukan pencabutan
hak akses sebagian pemakai atau secara keseluruhan.
Bentuk umum :
REVOKE hak_akses
ON nama_databaseFROM nama_user;
atau
REVOKE hak_akses ON
namatabel FROM nama_user;
Contoh :
Admistrator ingin mencabut hak akses user siska, maka
perintahnya :
prakDB/ratih_puspitasari(170)revoke
select on buku from siska;
Atau
prakDB/ratih_puspitasari(170)revoke
select, insert on buku from edi;
2. Perintah
DELETE
Untuk menghapus user secara permanen dari basis data.

























































